Mengisi Ruang Jiwa Anak

Tanpa kita sadari waktu akan cepat berlalu. anak-anak akan tumbuh dewasa dan mandiri, kemudian akan berkeluarga. Tidak ada kesempatan lagi untuk kita bermain bersama, Naik sepeda bersama, berenang bersama, mendengar celotehan dan rengekannya lagi. Sampai pada saat itu, kita sebagai orang tua baru tersadarkan apa yang sudah kita lakukan untuk mengisi ruang jiwa anak kita.

Anak kita tak selamanya kecil, suatu saat mereka akan besar. anak anak kita yang kemarin merengek minta didengarkan celotehannya, mungkin sekarang sudah sibuk dengan kegiatannya. Anak-anak yang kemarin selalu menahan tangisnya karena kita tak kunjung mau mendengarkan ceritanya, hari ini mungkin kita yang harus belajar menahan diri karena sangat ingin mendengar cerita tentang mereka dari lisan mereka sendiri.

Kehidupan ini hanyalah sebuah  nasib yang sedang dipergilirkan. Dahulu ketika mereka kecil yang membutuhkan dekapan ikhlas kita, yang menunggu sentuhan tulus kita, yang selalu menanti kedatangan kita dikala sore hari, dan yang selalu menelepon kita dikala siang hari sekedar menanyakan ” Ayah sedang apa?”, inilah saat  yang berharga untuk anak yang harus kita penuhi. Tetapi malah saat inilah kebanyakan kita selalu abai, karena pada saat ini kita merasa tidak membutuhkan mereka. lama kelamaan  mereka akan mengurangi ketergantungannya kepada kita dan mengalihkannya kepada orang lain.

Saat memasuki remaja, mereka sudah tidak mendengarkan kita lagi, posisi kita semakin lemah. mereka akan lebih mendengarkan  temannya dari orang tuanya sendiri. Kata kata orang tua sudah tidak berharga sama sekali, Kecuali ketika kita sudah menanamkan kedekatan sejak kecil dan penghormatan sejak dini. Jika mereka tidak memilki kepercayaan yang penuh terhadap orang tua, maka ajakan temannyalah yang akan lebih dulu didengar.

Tak lama lagi mereka akan menikah, disinilah mereka akan benar-benar mandiri dan tidak memerlukan kita lagi, kecuali kita sudah menancapkan keimanan dalam hati mereka. dan inilah yang menjadi kekuatan untuk mereka melakukan pengkhidmatan kepada orang tuanya. Mereka berkhidmat bukan karena sangat besarnya kerinduan dan penghormatan mereka terhadap orang tuanya, tetapi karena dorongan untuk meraih ridha Allah SWT.

maka, Apakah yang  sudah kita lakukan untuk

mengisi ruang jiwa anak?

mengisi ruang jiwa anak
mengisi ruang jiwa anak

Saat yang tepat untuk mengisinya adalah selagi mereka belum dewasa. ya, inilah saat yang paling tepat untu mengisi ruang jiwa mereka. Inilah saatnya kita meluangkan waktu  waktu kita untuk menyapa mereka. semoga dengan ini kelak mereka menjadi generasi yang kuat  jiwanya, besar semangatnya dan kokoh semangatnya dan tak putus-putusnya doa untuk kita.

Tak akan pernah ada waktu untuk menguatkan jiwa mereka dan mengisi ruang jiwa anak kecuali kita sengaja menyempatkan waktu. Selonggar apapun waktu kita, tetap tidak akan pernah bisa ketika kita tidak meluangkan waktu untuk mereka. Dan sesibuk apapun, kita akan bisa mereka jika benar benar mau melakukannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*