Berikan Teladan, bukan sekedar contoh

Peneladanan adalah memberikan contoh yang baik sehingga bisa ditiru oleh orang yang melihatnya. Seseorang menjadi teladan tentu melaksanakan contoh perilaku-perilaku, perbuatan yang bersifat yang baik. Tidak mungkin seseorang menjadi teladan hanya menyampaikan tentang perilaku, perbuatan, atau sifat yang baik. jadi berikan teladan bukan sekedar contoh.

Rasulullah adalah contoh bagi setiap anak manusia, dan dalam diri beliau terdapat sifat yang mulia.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu ( yaitu) bagi orang yang mengharap ( rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak  menyebut Allah (QS al ahzab:21)

 

Berikan teladan, bukan sekedar contoh

berikan teladan bukan sekedar contoh
berikan teladan bukan sekedar contoh

Mencetak anak yang  memiliki kualitas terbaik tentu harus dengan cetakan terbaik pula. Orang tua adalah pencetak anak. apabila orang tua menginginkan anak yang terbaik, maka mereka harus menjadi yang terbaik terlebih dahulu.

Keteladanan merupakan metode utama yang paling utama dalam pendidikan. anak banyak belajar dari apa yang dilihat. Anak tidak banyak belajar dari apa yang didengar, karena apa yang didengar cenderung dilupakan. gambaran keadaan dan lakon sanagat terkesan dalam diri anak.

Berikan teladan bukan sekedar contoh. Memberi contoh hanya cukup mengajari satu kali cara melakukan sesuatu. Dengan contoh anak bisa melakukan, tapi tidak ada jaminan selalu melakukan. Berbeda dengan keteladanan. Memberikan keteladanan berarti malakukan hal tersebut setiap waktu.

Orang yang menjadi teladan tidak sekedar mencontohkan satu kali saja, tapi contoh tersebut menjadi jati dirinya.

berikan teladan bukan sekedar contoh
berikan teladan bukan sekedar contoh

Dalam proses belajar ada istilah LEARN TO KNOW, LEARN TO DO, dan LEARN TO BE. Proses pertama adalah  memberikan pengertian dan menyampaikan kegunaan baik terkait fungsi dan manfaat. ketika anak mau diajari tentang shalat, proses pertamanya adalah memberitahu ilmu shalat, apa itu shalat? mengapa harus shalat? apa manfaat shalat?. Ini dinamakan learn to Know, hanya sekedar mengetahui belum sampai melaksanakan. Pelaksanaan itu akan dimulai ketika anak diajari cara melakukan shalat, kita melakukan shalat kemudian diperhatikan dan diikuti oleh si anak. dalam tahapan ini dinamakan Learn To Do. Dalam proses ini hanya dengan pemberian contoh satu atau dua kali anak sudah bisa mengikuti. Dengan diberikan contoh beberapa kali, anak telah bisa melakukan. Tahu dan bisa melaksanakan belum bisa dijadikan jaminan bahwa dia akan konsisten dalam pelaksanan sesuai aturan. Banyak orang yang tahu aturan tetapi tidak melaksanakan aturan tersebut karena proses pendidikannya hanya sampai Learn To Do, hanya sampai knowing dan doing. Agar sampai pada tahap terakhir being, maka harus ada keteladanan. Proses Learn to be adalah proses internalisasi nilai dalam diri seseorang. Anak membutuhkan pembiasaan ( habits) untuk mencapai tingkatan Being.

orang tua tidak memiliki pilihan lain!!!

Agar anaknya menjadi pribadi yang shaleh, maka orang tua harus menjadi orang tua yang shaleh terlebih dahulu. Orang tua yang rajin beribadah akan menularkan kerajinannya tersebut kepada anaknya. Orang tua yang terbiasa membaca Al-Qur’an tentu akan memiliki anak yang terbiasa dengan bacaan Al-Qur’an.

berikan teladan bukan sekedar contoh
berikan teladan bukan sekedar contoh

Teladan adalah bagian terpenting dari pendidikan.

ACTION SPEAKS LOUDER THAN WORDS.

Perbuatan lebih besar pengaruhnya daripada perkataan. Mulai sekarang berikan teladan, bukan hanya sekedar contoh.

 

One thought on “Berikan Teladan, bukan sekedar contoh

  1. Pingback: Resensi Buku The Model for Smart Parents – buku-saya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*