Mengajari anak untuk berbagi

ada pelajaran penting yang perlu  kita renungkan. Mengajari anak untuk berbagi agar ringan hatinya ketika mendermakan hartanya. bukankah salah satu bukti dari  bertakwa adalah kerelaan dalam menafkahkan sebagian hartanya untuk menolong agama Allah, menyantuni yang  miskin, membantu anak yatim dan membelanjakannya kepada segala sesuatu yang bernilai ibadah.

 الم

 ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

Alif Laam Miim.Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.(aitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

Berpijak pada ayat ini, kita perlu mempersiapkan anak kita agar tangan mereka selalu siap di atas. Kitalah yang harus membiasakan mereka untuk memiliki kegelisahan untuk berbagi dengan apa yang mereka miliki gelisah, bukan hanya untuk melihat kegembiraan orang papa ketika menerima kepingan recehan yang ia berikan.

Terkadang kita sudah merasa cukup mengajarkan anak kita untuk sekedar berbagi kepingan recehan kepada pengemis, sepintas tindakan ini sepertinya sudah cukup untuk mengajarkan kepada mereka tentang keutamaan berderma. Tetapi sebenarnya yang kita lakukan hanyalah menyuruh mereka mengantarkan uang. dan yang dia berikan pun hanya uang receh yang kalau jatuh dan hilang tidak akan kita cari.

Bukan karena pembelajaran uang receh kepada peminta-peminta tidak ada gunanya sekali untuk anak kita, namun pelajaran tersebut cukup sampai balita saja, dan memberikan pengalaman  untuk berbagi dan berderma. Pelajaran selanjutnya adalah mengantarkan derma ke tetangga, sahabat dekat yang sedang memerlukan, ataupun ketika mau menyantuni keluarga kita.. Kita sengaja datangi mereka ketika ingin berbagi, dengan kesadararan kita meneladani betapa mulianya ketika berbagi.

cara mengajari anak berbagi
cara mengajari anak berbagi

Ada 3 hal yang perlu ditanamkan ketika kita ingin

mengajari anak untuk berbagi

pertama, memberi  sebagai kesengajaan yang disertai usaha dan bahkan perjuangan serius. kedua, kita memberi untuk bmemberikan manfaat dan meringankan beban. ketiga, kita ajari anak untuk berbagi dengan harta yang berguna. selebihnya kita tanamkan kepada mereka tekad untuk bisa memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi agama dan umat ini. tekad untuk bisa memberi yang lebih besar dan lebih baik di masa-masa yang akan datang.

Dalam mengajari anak untuk berbagi  agar keinginan, kesediaan dan tekad untuk berbagi itu melekat kuat pada diri meeka, kita perlu mengulang-ngulang nasihat, isnpirasi, anjuran, dorongan secara langsung maupun pengalaman-pengalaman berbagi secara bermakna

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*