28 Keutamaan Membaca Al-Qur’an

Al-Quran adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad sebagai petunjuk bagi umat manusia agar selamat di dunia dan di akhirat. Al-Qur’an pertama kali turun kepada Nabi pada bulan Ramadhan. Kita dianjurkan untuk membaca Al-Qur’an baik dalam shalat maupun di luar shalat. Sebagai wahyu Allah, Al-Qur’an memiliki banyak sekali keutamaan, ada samapai 28 Keutamaan Membaca Al-Qur’an, diantaranya:

12

Pertama, Al-Quran menjadi pemberi syafaat bagi orang yang membacanya. Abu Umamah Al-Bahili pernah mendengar Rasulullah bersabda, “Bacalah oleh kalian Al-Quran. Karena ia akan datang pada hari kiamat kelak sebagai pemberi syafaat bagi orang-orang yang rajin membacanya.” (HR. Muslim)

Kedua, Al-Qur’an akan menjadi pembela di hari kiamat bagi orang yang membaca dan mengamalkan isinya. An-Nawwas bin Sam’an Al-Kilabi pernah mendengar Rasulullah bersabda, “Al- Qur’an akan didatangkan pada hari kiamat kelak beserta orang yang rajin membacanya dan senantiasa rajin beramal dengannya. Yang paling depan adalah surah Al-Baqarah dan surah Ali ‘Imran. Keduanya akan membela orang-orang yang rajin membacanya.” (HR. Muslim)
Ketiga, Al-Qur’an adalah hujah yang membela bagi umat Islam, sekaligus menjadi hujah yang membantah. Nabi bersabda, “Al- Qur’an itu bisa menjadi hujah yang membelamu atau sebaliknya menjadi hujjah yang membantahmu.” (HR. Muslim)
Keempat, orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkan-nya kepada orang lain adalah orang terbaik. Utsman bin Affan ber-kata bahwa Rasulullah bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.” (HR. Al-Bukhari)
Kelima, orang yang pintar membaca Al-Qur’an akan bersama dengan malaikat, sedangkan orang yang belum mahir akan mendapatkan dua pahala. Aisyah berkata bahwasanya Rasulullah ber-sabda, “Yang membaca Al-Qur’an dan dia mahir membacanya, dia
akan bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan yang mem-baca Al-Qur’an namun dia tidak tepat dalam membacanya dan mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Keenam, perumpamaan mukmin yang membaca A!-Qur’an seperti buah yang beraroma harum dan rasanya enak. Abu Musa Al-Asy’ari berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Perumpamaan seorang mukmin yang rajin membaca Al-Qur’an adalah seperti buah utrujah: aromanya wangi dan rasanya enak. Perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti buah tamr (kurma): tidak ada aromanya namun rasanya manis. Perumpamaan seorang munafik namun ia rajin membaca Al- Qur’an adalah seperti buah raihanah: aromanya wangi namun rasanya pahit. Sedangkan perumpaan seorang munafik yang tidak rajin membaca Al-Qur’an adalah seperti buah hanzhalah: tidak memiliki aroma dan rasanya pun pahit.” (HR. Al-Bukhari dan Mus-lim)
Ketujuh, Al-Qur’an dapat meninggikan dan menjatuhkan suatu kaum. Umar bin Al-Khathab berkata bahwa Nabi bersabda, “Sesungguhnya Allah dengan Al-Qur’an ini mengangkat suatu kaum dan menghinakan kaum yang lainnya.” (HR. Muslim)
Kedelapan, orang yang membaca Al-Qur’an disebut sebagai Ahli Allah. Nabi bersabda, “Ahli Al-Qur’an adalah Ahli Allah dan merupakan kekhususan bagi-Nya.” (HR. An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Al-Hakim)
Kesembilan, kedudukan seseorang di akhirat berkaitan dengan akhir ayat yang dibacanya saat di dunia. Abdullah bin Amr bin Al-Ash berkata, Nabi bersabda, “Kepada orang yang membaca Al-Qur’an di katakan (di akhirat), ‘Bacalah Al-Qur’an dan naiklah ke surga serta tartilkanlah (bacaanmu) sebagai mana engkau tartilkan sewaktu di dunia. Sesungguhnya kedudukan dan tempat tinggalmu (di surga) berdasarkan akhir ayat yang engkau baca.” (HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud)
Kesepuluh, orang yang membaca Al-Qur’an akan mendapatkan pahala terus-menerus dan tidak pernah merugi. Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an) dan melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi, agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Peng-ampun, Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir [35]: 29-30)
Kesebelas, satu huruf Al-Qur’an yang dibaca seseorang akan dibalas dengan sepuluh kebaikan. Abdullah bin Mas’ud berkata, Nabi bersabda, “Siapa saja yang membaca satu huruf dari Ki- tabullah (Al-Qur’an) maka dia akan memperoleh satu kebaikan, dan satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang semisalnya. Saya tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, akan tetapi alif satu huruf dan lam satu huruf serta mim satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi dan Ad-Darimi)
Kedua belas, suatu kaum yang membaca Al-Qur’an akan di-payungi dengan ketenangan, dikelilingi malaikat dan akan disebut oleh Allah kepada para malaikat di sisiNya. Nabi bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca Kitabullah (Al-Qur’an) dan mereka saling mempelajari¬nya, kecuali sakinah (ketenangan) akan turun kepada mereka, ma¬jelis mereka penuh dengan rahmat dan para malaikat akan me¬ngelilingi (majelis) mereka serta Allah akan menyebutkan mereka (orang yang ada dalam majelis tersebut) dihadapan para malaikat yang di sisi-Nya.”(HR. Muslim)
Ketiga belas, orang yang sama sekali tidak punya hafalan Al- Qur’an ibarat rumah yang akan roboh. Nabi bersabda, “Sesungguhnya orang yang di dalam dadanya (hatinya) tidak ada bacaan Al-Qur’an (tidak memiliki hafalan) ibarat sebuah rumah yang hendak roboh.” (HR. At-Tirmidzi)
Keempat belas, kita boleh iri hati terhadap orang yang dikaruniai pengetahuan tentang Al-Qur’an. Nabi bersabda, “Tidak boleh iri hati kecuali kepada dua orang: pertama, seseorang yang dikaruniai Al-Qur’an oleh Allah, kemudian ia melaksanakannya di waktu siang dan malam. Kedua, seseorang yang dikaruniai harta oleh Allah kemudian ia bersedekah dengannya di waktu siang maupun malam.” (HR. Muslim)
Kelima belas, orang yang membaca dan memahami Al-Qur’an tidak bisa disamai oleh kemewahan apa pun. Uqbah bin Amir berkata, Nabi bersabda, “Tidakkah salah seorang di antara kamu berangkat ke masjid untuk mengetahui atau membaca dua ayat dari Kitabullah, kecuali itu lebih baik baginya daripada dua unta, dan tiga ayat lebih baik baginya daripada tiga unta, dan empat ayat lebih baik baginya daripada empat unta, begitu seterusnya sesuai dengan jumlah ayat lebih baik dari jumlah unta.” (HR. Muslim)
Keenam belas, orangtua yang anaknya membaca Al-Qur’an akan dipakaikan mahkota di akhirat. Nabi bersabda, “Siapa saja membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya, pada hari kiamat akan dipakaikan kepada kedua orangtuanya sebuah mahkota yang berkilau, yang sinarnya lebih baik daripada sinar matahari. Keduanya bertanya, ‘Mengapa kami diberi mahkota ini?’ Dijawab, ‘Karena anakmu mengambil (membaca dan mengamalkan) Al- Quran.”‘ (HR. Abu Dawud, Ahmad, dan Al-Hakim)
Ketujuh belas, orang yang berpaling dari Al-Qur’an akan memikul dosa di akhirat. Allah berfirman, “Barangsiapa berpaling darinya (Al-Qur’an), maka sesungguhnya dia akan memikul beban yang berat (dosa) pada hari kiamat.” (QS. Thaha [20]: 100)
Kedelapan belas, Al-Qur’an adalah petunjuk, rahmat, dan kabar gembira bagi orang muslim. Allah berfirman, “Dan Kami turunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (muslim).” (QS. An-Nahl [16]: 89)
Kesembilan belas, Al-Qur’an adalah kitab petunjuk yang me-ngeluarkan orang-orang dari kegelapan menuju cahaya terang. Allah berfirman, “Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menjelaskan. Dengan Kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluar-kan orang itu dari gelap gulita kepada cahaya dengan izin-Nya, dan menunjukkan ke jalan yang lurus.” (QS. Al-Ma’idah [5]: 15-16)

Kedua puluh, Al-Qur;an adalah penyembuh bagi penyakit hati. Allah berfirman, “Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi pe-nyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” (QS. Yunus [10]: 57)
Dr. Al-Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di klinik besar Florida, Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an, seorang muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar. Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dira-sakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penelitian-nya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Al-Qur’an berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.
Tidak hanya penyakit hati, Al-Qur’an juga bisa menjadi obat bagi penyakit fisik. Ibnu Mas’ud berkata, Nabi bersabda, “Hendaklah kamu menggunakan kedua obat ini: madu dan Al-Qur’an.” (HR. Ibnu Majah)
Kedua puluh satu, Al-Qur’an adalah kitab penuh berkah. Allah berfirman, “Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar
orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.” (QS. Shad [38]: 29)
Kedua puluh dua, ayat Al-Qur’an yang dibaca di dalam shalat nilainya sangat besar, melebihi sesuatu yang dianggap besar oleh manusia. Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, “Maukah kalian jika kembali ke rumah kalian mendapati tiga unta bunting, yang gemuk dan besar?” Para sahabat menjawab, “Mau, ya Rasulullah.” Beliau bersabda, “Bacalah tiga ayat Al Qur’an dalam shalat, ini jauh lebih baik dibandingkan unta bunting yang gemuk dan besar.” (HR. Muslim)
Kedua puluh tiga, para sahabat Nabi adalah generasi terbaik, dan mereka sangat gemar membaca Al-Qur’an. Abu Musa Al-Asy’ary berkata, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya aku mendengar suara kelompok orang-orang keturunan Asy’ari dengan bacaan Al-Qur’an. Dan aku mengenal rumah-rumah mereka dari suara-suara mereka membaca Al-Qur’an pada malam hari, meskipun aku belum melihat rumah-rumah mereka ketika me¬reka berdiam (di sana) pada siang hari.” (HR. Muslim)
Kedua puluh empat, membaca Al-Qur’an termasuk ibadah yang paling dicintai Allah. Khabab bin Al-Arat berkata, “Beribadahlah kepada Allah semampumu, dan ketahuilah bahwa kamu tidak akan pernah beribadah kepada Allah dengan sesuatu yang lebih dicintai-Nya selain daripada membaca firman-Nya.” (HR. Al- Baihaqi dalam Syu’ab Al-lman)
Kedua puluh lima, salah satu tanda mencintai Allah dan Rasul- Nya adalah dengan mencintai Al-Qur’an. Abdullah bin Mas’ud berkata, “Siapa saja yang ingin mengetahui bahwa dia mencintai Allah dan Rasul-Nya, perhatikanlah jika dia mencintai Al-Quran, maka sesungguhnya dia mencintai Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Al- Baihaqi dalam Syu’ab Al-lman)
Kedua puluh enam, membaca Al-Qur’an termasuk sarana untuk melembutkan hati. Wuhaib, “Kami telah memperhatikan di dalam hadis-hadis dan nasihat ini, maka kami tidak mendapati ada sesuatu yang paling melembutkan hati dan mendatangkan ke-sedihan dibandingkan bacaan Al-Qur’an, memahami dan menta daburinya.”
Keduapuluh tujuh, orang yang sibuk membaca Al-Qur’an, segala permintaannya akan dipenuhi Allah. Nabi bersabda, “Siapa yang disibukkan dengan Al-Qur’an dan berzikir kepada-Ku, hingga tidak sempat meminta kepada-Ku, Aku akan memberikan yang terbaik yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta. Dan keutamaan firman Allah atas perkataan makhluk-Nya adalah se-perti keutamaan Allah atas semua makhluknya.” (H R. At-Tirmidzi)
Keduapuluh delapan, Al-Qur’an adalah jamuan Allah untuk manusia. Ibnu Mas’ud mengatakan, “Sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah jamuan Allah, terimalah jamuannya sebatas kemampuan-mu. Sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah tali Allah yang kuat dan cahaya yang nyata, penyembuh yang bermanfaat, penjaga bagi siapa yang berpegang dengannya, dan keselamatan bagi yang mengikutinya, tidak menyimpang maka perlu dibetulkan, tidak bengkok sehingga perlu diluruskan, tidak pernah berakhir keajaibannya, tidak jenuh karena banyak diulangi. Bacalah, sesungguh-nya Allah memberi pahala kepadamu karena membacanya; setiap huruf bernilai sepuluh kebaikan. Adapun saya, sungguh aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, mim satu huruf dan lam satu huruf.” (HR. Al-Hakim dan Ad- Darimi)
Demikianlah keutamaan AI-CHir’an dan keutamaan membaca-nya. Tujuan disebutkannya keutamaan tersebut adalah agar kita gemar membaca Al-Qur’an dan tidak meninggalkan atau berpa¬ling dari Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah pegangan kita. Petunjuk Allah yang menuntun kita untuk bisa menjalani kehidupan dunia dengan baik, dan hasilnya juga baik di akhirat. Al-Qur’an sarat dengan pesan-pesan ibadah, juga pesan-pesan sosial yang men¬dorong kita untuk beretika atau berakhlak dan berbudi pekerti yang luhur di antara sesama. Orang yang membaca Al-Qur’an dan berusaha memahami maknanya akan menemukan semua itu. Pada gilirannya, ia akan menjadi manusia yang berakhlak Al- Qur’an sebagaimana akhlak Rasulullah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*